Just outline:
Perairan laut Indonesia yang begitu luas dan garis perbatasan laut di ZEE yang begitu panjang, sangat memudahkan masuk-keluarnya kapal asing ke wilayah perairan Indonesia. Masuknya kapal-kapal asing ini bisa melakukan berbagai aktivitas illegal seperti illegal fishing, import barang illegal, pencurian sumber daya lainnya, sampai membuang sampah berbahaya ke perairan laut Indonesia. Dan lebih penting lagi adalah keamanan wilayah kedaulatan bangsa Indonesia. Untuk mengatasi hal ini, Indonesia harus memiliki strategi yang praktis dan melibatkan semua pihak yang bisa membantu pengamanan wilayah perairan laut Indonesia.
Salah satu yang bisa dilakukan adalah pemasangan rumpon laut laut dalam pada titik-titik perbatasan laut dan ZEE dengan negara lain. Rumpon ini bisa dibuat agak canggih misalnya katahanan yang tinggi terhadap angin kencang dan gelombang besar, bisa dipasangkan cctv dan radar pelacak, memiliki sumber listrik, lampu penerangan, alat komunikasi. Rumpon ini bisa menjadi shelter (tempat istirahat) bagi nelayan yang menangkap ikan di sekitat lokasi rumpon tersebut. Dan tentu saja nelayan harus melapor sebelum atau pada saat berada di rumpon tersebut kepada pihak berwenang.
Rumpon canggih ini memiliki fungsi pemantauan (dengan cctv dan radar yang terpasang) terhadap kapal-kapal yang beroperasi dalam radius tertentu. Dan disamping sebagai shelter, sangat memungkinkan juga sebagai tempat wisata bagi pemancing-pemancing yang menyukai tantangan. Rumpon ini bisa dilengkapi dengan rumah atau ruangan yang bisa ditempati menginap. Kecuali nelayan kecil, kapal-kapal dan orang-orang yang akan berwisata ke rumpon ini harus memiliki izin khusus dan membayar retribusi untuk biaya pemeliharaan rumpon. So, setidaknya rumpon canggih ini untuk keamanan perbatasan laut, perikanan, dan wisata.
Note:
Pemikiran ini sudah terlintas beberapa tahun lalu, tetapi baru sempat sekarang menuliskannya. Tulisan ini akan saya kembangkan lebih baik suatu saat. Insha Allah.
Semoga bermanfaat.
No comments:
Post a Comment